Showing posts with label Pengetahuan Umum. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Umum. Show all posts

Thursday, August 24, 2017

10 Tanda Kamu Orang yang Berpikiran Negatif, Tetapi Gak Selalu Sadar


Inilah, 10 Tanda Kamu Orang yang Berpikiran Negatif, Tetapi Gak Selalu Sadar

1. Kamu merasa orang-orang di sekitarmu itu tidak ada yang kompeten atau bisa diandalkan.

Baik ketika dalam situasi kerja ataupun rumah tangga, saya sering mendengar komentar-komentar seperti “Goblok banget sih gitu aja gak bisa” atau “Kenapa sih selalu nyusahin gue aja.” Yang kita tidak sadari, ketika kita percaya bahwa orang-orang di sekitar kita itu tidak kompeten, maka mereka akan semakin tidak kompeten. Dan kepercayaan ini termasuk limiting belief, yang menjadikan kita berfikiran negatif karena secara tidak sadar kita sedang menyalahkan orang lain.

2. Kamu mudah sakit hati atau tersinggung.

Mengapa ini menjadi negatif? Karena ketika kita merasa sakit hati itu kita merasa bahwa kita benar dan orang lain itu salah. Kata kuncinya ada di “rasa” karena belum tentu juga. Dimana ini disebabkan karena pikiran-pikiran negatif yang kita miliki terhadap orang lain. Akhirnya kita suka terbawa untuk membela diri “ya tapi kan…..” Stop it. Setiap kita membela diri itu malah kita terlihat semakin salah dan semakin negatif.

3. Kamu selalu merasa dirugikan. Seringkali hal-hal yang terjadi itu tidak adil.

“Kenapa sih semuanya yang bagus-bagus di kasih ke dia? Aku ga pernah di kasih.”
“Kenapa sih hidup itu sangat tidak adil ke gue?”
“Kenapa sih gue selalu direpotkan? Orang lain gak pernah.”
“Tuh kan, gue yakin banget dia yang dipilih. Emang dia anak emas.”
Apapun itu. Merasakan ketidak-adilan itu secara tidak langsung merasa iri atau sirik, dan itu adalah negatif.

4. Kamu sering pusing (atau sakit).

bisa juga karena dehidrasi siiih. Pusing karena memikirkan semua hal yang negatif. Tahukah kamu bahwa kebanyakan penyakit itu adalah manifestasi pikiran-pikiran negatif?

Saya pun sadar setiap kali maag saya kumat, itu pasti saya sedang stress tapi gak sadar. Teman saya saking stressnya (walau gak sadar juga) kena penyakit kulit. Padahal kita tidak merasa sedang memikirkan hal-hal yang negatif.

5. Kamu merasa tidak ada atau tidak banyak yang bisa memahami kamu.

Kamu merasa sendiri. Kamu merasa teman-teman kamu pun sulit memahami kamu.

Mengapa ini negatif? Karena di sini artinya kita tidak bisa berempati terhadap orang lain, malah keinginan tinggi untuk dipahami.  Ini fase egois saja, ingin merasa diperhatikan.

6. Kamu merasa orang-orang di sekitarmu yang harus berubah.

“Kenapa sih dia selalu begitu?”
“Tuh kan gue tau banget kelakuannya pasti kan salah.”

Suatu hari Si A bingung sekali kenapa pembantu-pembantunya dia itu tidak ada yang betah kerja untuk dia. Dia selalu bertanya “Kenapa sih pembantu-pembantu jaman sekarang itu gak ada yang loyal?” Pertanyaan itu tidak salah. Hanya tidak memberikan jawaban yang benar juga. Karena kalau ngobrol ke pembantunya, Si A ini yang galaknya minta ampun sampai pembantu-pembantu itu gak betah. Tapi sayangnya dia tidak merasa bahwa dia galak.

Bukan diri kita sendiri yang mesti berubah, tetapi orang-orang di sekitar kita. Kan mereka yang membawa masalah, mengapa gue yang mesti berubah? Di sini kita terjebak gak mau atau gak bisa ngaca. Selalu orang lain yang salah dan bukan kita.

7. Kamu sulit melihat hal-hal baik yang terjadi untuk kamu syukuri.

Saya pernah bertanya kepada teman apa 3 hal yang bisa Ia syukuri hari itu, Ia tidak bisa menjawab. Satu pun juga tidak bisa. Tetapi Ia bisa memberitahukan 10 kejadian jelek yang terjadi di hari itu. Wow. Dan Ia pun tidak sadar bahwa Ia negatif.

Saya belajar untuk menyebutkan 10 hal yang saya syukuri di hari itu setiap hari sebelum tidur. Jangan sampai ya Tuhaaaan, saya terjebak tidak bisa melihat lagi hal-hal kecil yang patut disyukuri. Seperti, saya bersyukur masih diberi waktu untuk menuliskan tulisan ini. Amin.

8. Kamu tidak suka diberi masukan, ataupun kritikan.

Ketika kita merasa setiap masukan dan kritikan itu serangan pribadi ke diri kita. Like the world is against us. Dulu saya pernah drama, diberikan masukan, trus malah melarikan diri dari restoran tempat kita makan. Karena saya merasa “dia aja ga tahu apa yang saya alami kok berani-beraninya kasih masukan.” Hihihi. Drama banget  deh gue ih.

Memang, seringkali masukan atau kritikan itu menyakitkan. Ketika itu menyakitkan, artinya memang ego kita sendiri yang sedang terserang. Ah, berarti bukankah ini pembelajaran untuk kerendahan hati?

9. Kamu merasa orang-orang yang terlihat bahagia itu semuanya berpura-pura saja. Fake. Ga genuine.

Mungkin karena “misery loves company” — bahwa orang-orang yang sedang sengsara senang saja dikelilingi orang-orang yang sengsara juga. Jadi rasanya sulit melihat orang lain bahagia. Ada masa-masa dimana saya tidak mau memantau timeline social media, karena saya gak kuat melihat betapa indahnya kehidupan orang lain. Padahal, belum tentu sesungguhnya seperti itu juga kan?

Sekarang, setiap kali melihat orang-orang yang bahagia, dibandingin saya galau sendiri lalu iri, saya dalam hati mengatakan “God Bless You” ke orang-orang tersebut. Terlepas dari mereka itu beneran bahagia atau bukan itu bukan urusan saya. Tugas saya cuma satu, tidak iri ketika orang lain bahagia, sehingga kebahagiaan itu bisa datang ke saya juga.

10. Kamu sering merasa frustrasi, seperti tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan.

Frustrasi karena barang ketinggalan. Frustrasi karena teman telat. Frustrasi karena macet. Frustrasi karena ga ada yang berubah. Frustrasi tentang apapun.

Hihihi, ini dulu saya banget. Terlebih karena saya itu orangnya sangat menghargai waktu, proses dan kualitas. Yang saya akhirnya sadari adalah frustrasi itu menjadi negatif karena membawa energi marah. Dan kalau terus-terusan ya tentunya negatif.

Wednesday, August 23, 2017

7 Cara Membersihkan Pikiran Negatif


Berpikir negatif dapat menjadi sebuah kebiasaan. Pikiran tenggelam dan terjebak dalam suatu area negatif sampai kamu mengambil tindakan untuk mengeluarkannya.
Ketika kamu pertama kali mulai berpikir negatif, kamu mungkin akan mencoba dan memaksa pikiran keluar dari kepala kamu. Kamu mencoba sekeras mungkin untuk berhenti berpikir tentangnya dan mendorong mereka keluar.
Tetapi pendekatan ini seringkali menjadi bumerang. Melawan pikiran-pikiran negatif sebenarnya justru dapat memperkuat pola berpikir dan hanya membuat hal-hal semakin buruk. Semakin kamu mencoba untuk tidak berpikir tentang sesuatu, semakin kamu benar-benar berpikir tentang hal itu.
Agar kamu benar-benar terbebas dari pikiran negatif, kamu perlu mencoba pendekatan yang berbeda. Berikut ini adalah tujuh cara untuk membersihkan pikiran negatif kamu.

1. Mengubah bahasa tubuh kamu

Luangkan waktu sejenak untuk mengamati bahasa tubuh kamu. Apakah kamu membungkuk dengan sikap tertutup? Apakah kamu mengerutkan kening?
Jika memang demikian, kamu akan lebih mudah untuk berpikir negatif.
Bahasa tubuh yang buruk dapat menurunkan citra diri kamu dan menyebabkan kurangnya kepercayaan diri. Sehingga dalam keadaan emosional, menjadi sesuatu yang normal untuk mulai memiliki pikiran negatif.
Duduklah tegak dengan penuh percaya diri. Buka sikap kamu dan lebih banyak tersenyum.
Perbaiki bahasa tubuh kamu dan kamu akan merasa jauh lebih baik. Ini mungkin bisa menjadi apa yang kamu butuhkan untuk membersihkan pikiran-pikiran negatif.


2. Keluarkan dengan kata-kata

Kadang-kadang berpikir negatif terjadi karena kamu memiliki masalah atau emosi yang perlu kamu lampiaskan keluar.
Tidak baik menyimpannya untuk diri sendiri. Jika kamu memiliki sesuatu yang perlu segera ditangani, kamu harus berbicara dengan seseorang.
Menempatkan apa yang ada di pikiran dalam bentuk kata-kata dapat membantu kamu meletakkan segala sesuatu ke dalam perspektif sehingga kamu dapat menemukan akar masalahnya.

3. Luangkan satu menit menenangkan pikiran kamu dari semua pikiran

Dengan segala sesuatu seperti berlomba di kepala kamu, akan menjadi sulit untuk mengendalikan pikiran yang muncul – terutama pikiran negatif.
Cobalah memperlambatnya. Satu menit ketenangan seringkali itulah yang diperlukan.
Ini seperti halnya meditasi – kamu mengosongkan pikiran kamu. Anggap saja sebagai reboot. Setelah kosong, kamu dapat mengisinya dengan sesuatu yang sedikit lebih positif.

4. Mengubah kalimat berpikir kamu

Kadang-kadang pikiran negatif adalah hasil dari perspektif yang buruk. Lihatlah sudut pkamung kamu pada hal-hal yang terjadi di sekitar kamu.
Misalnya, dibanding berpikir , “Aku akan melalui waktu yang sulit dan akan mengalami kesulitan,” lebih baik berpikir “Aku menghadapi beberapa tantangan, tapi aku berusaha untuk menemukan solusi.”
Kamu pada dasarnya sedang mengatakan hal yang sama, namun cara kedua memiliki sudut pkamung yang lebih positif. Tapi kadang-kadang perubahan kalimat kecil dapat membuat perbedaan besar untuk pola pikir kamu.

5. Jadilah kreatif

Ketika pikiran negatif muncul, kamu dapat menetralisir dengan menghabiskan beberapa waktu kreatif.
Cari penyaluran untuk mengeluarkan hal-hal kreatif di pikiran kamu. Menggambar atau melukis sesuatu – bahkan jika kamu harus menggunakan krayon. Selama kamu menggunakan kreativitas kamu untuk mengeluarkan pikiran negatif, maka hal tersebut dapat bekerja.
Jelajahi emosi kamu melalui tindakan-tindakan kreatif yang dapat meningkatkan suasana hati kamu kembali.
Kreativitas dapat terasa seperti pembebasan. Ketika kamu menempatkan emosi kamu melalui sebuah bentuk seni, kamu menempatkan mereka keluar dari sistem kamu dan membersihkannya.

6. Berjalan-jalan

Kadang-kadang pikiran kita adalah produk dari lingkungan dimana kita berada. Misalnya, jika kamu dikelilingi dengan orang-orang negatif, kamu mungkin akan mulai berpikir negatif pada gilirannya.
Menghindari lingkungan negatif dapat sangat membantu. Ambil waktu untuk berjalan-jalan sendirian menjauhi suasana sehari-hari. Pergi ke suatu tempat yang dapat mengangkat suasana hati seperti taman atau museum.
Waktu yang dihabiskan untuk menjauhkan diri dari pengaruh-pengaruh negatif dapat membawa kamu pada ketenangan pikiran .

7. Mulai membuat daftar apa yang kamu syukuri

Apakah kamu lupa semua hal baik yang telah terjadi pada kamu? Kadang-kadang dalam hidup sehari-hari, kita kehilangan fokus pada semua hal yang berjalan baik dalam kehidupan kita.
Jika itu mencerminkan kamu, maka kamu perlu kembali melatih pikiran kamu untuk fokus pada semua hal baik yang terjadi di sekitar kamu, bukan yang buruk.
Buat daftar semua hal yang kamu syukuri, tidak peduli seberapa kecil hal tersebut kelihatannya. Kadang-kadang hal-hal baik dalam hidup kita terjadi tepat di depan wajah kita dan kita masih gagal untuk melihatnya.
Berhenti menjadi buta terhadap hal-hal positif yang sudah kamu miliki selama ini.

Source: www.pickthebrain.com

Monday, August 14, 2017

10 Tips Menjadi Seorang Pemimpin yang Hebat


Setiap pemimpin memiliki gaya dan strateginya sendiri. Gaya dan metode kepemimpinan mereka akan bervariasi karena dipengaruhi oleh banyak faktor - tantangan. Berikut ini 10 Tips Menjadi Seorang Pemimpin.

1. Visioner

Pemimpin punya pemahaman yang jelas tentang mau dibawa ke mana perusahaan/organisasinya dan memiliki strategi yang jelas untuk mencapainya.

2. Berkomunikasi dengan baik

Pemimpin yang baik bisa memastikan pesan yang disampaikannya diterima oleh setiap orang dalam organisasi dengan persepsi yang sama dan jelas.

3. Bersahabat dan membumi

Kemampuan seseorang untuk menjadi teman yang menyenangkan akan membantu seorang pemimpin untuk membangun relasi dan mengembangkan semangat tim yang baik.

4. Membuat orang lain melakukannya

Disebut pemimpin karena dia memimpin, dan pekerja disebut demikian karena dia bekerja. Pemimpin yang baik mampu mendorong orang lain untuk melakukan tugasnya, dan bukan melakukan sendiri semua tugas-tugas itu.

5. Paham tentang bidang yang digeluti

Tidak hanya sekedar visioner dengan strategi dan arah yang jelas, pemimpin yang baik paham benar seluk beluk, kekurangan dan kelebihan, risiko serta segala hal tentang bidang yang digeluti.

6. Jadi panutan

Pemimpin berada di garis depan dan memberikan pengaruh yang baik bagi perusahaan dan bawahannya. Dalam segala hal dirinya mampu menjadi teladan.

7. Mudah untuk dinilai

Berubah-ubah sikap untuk menyamarkan citra diri yang sesungguhnya, ini bukan sikap pemimpin yang baik. Seorang pemimpin mengambil sikap yang jelas tentang bagaimana dia akan mendengarkan, menyampaikan sesuatu, melihat dan menilai sesuatu, serta konsisten dengan sikapnya itu.

8. Memiliki kharisma

Beriringan dengan citra dan kemampuan berkomunikasi yang baik, pemimpin yang baik memiliki sesuatu yang istimewa di dalam dirinya yang membuat orang lain pun merasakannya.

9. Sangat tekun

Tidak cukup hanya punya skill, pemimpin yang baik sangat tekun dalam pencapaian tujuan dan visi yang telah ditetapkan. Pemimpin bisa sangat kejam untuk itu, namun pemimpin yang baik melakukannya dengan cara yang sangat bersahabat.

10. Penuh semangat

Pemimpin yang baik membawa energi yang sangat besar bagi bawahannya, dan selalu ada semangat yang dikobarkan dalam setiap tugas yang diberikan, dalam setiap bidang yang ditangani.

Demikian 10 tips menjadi pemimpin yang hebat, semoga bermanfaat.

Thursday, August 10, 2017

3 Faktor yang Harus Dikuasai dalam Membaca Puisi

Membaca puisi itu ternyata memang sulit seperti halnya yang dibayangkan banyak orang, apalagi ketika tampil saat pentas di depan banyak orang dengan semua pandangan tertuju ke arah kita.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa puisi merupakan salah satu bentuk ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan lirik dan bait.

Puisi juga merupakan karangan yang bahasanya singkat, padat, indah dan menyentuh. Bentuknya ditata berlarik-larik dan berbait-bait, sehingga mengandung irama dan persajakan dengan mengutamakan perasaan.

Membaca puisi untuk orang lain pada dasasrnya sama dengan memgkonkretkan sebuah puisi, baik dalam bentuk audio maupun visual. Pembacaaan demikian disebut deklamasi. Deklamasi akan melibatkan unsur pembaca, pendengar, dan puisi yang dibaca. Pembaca memiliki peran yang sangat dominan dalam menghidupkan puisi agar dapat dinikmati pendengar. Maka dari itu, dalam membaca ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti, alat ucap, faktor kebahasaan, dan faktor-faktor non kebahasaan. Dengan menguasai ketiga faktor tersebut akan memudahkan dalam berdeklamasi.

1. Pelafalan

Pelafalan adalah suatu proses atau usaha  untuk mengucapkan bunyi bahasa, baik itu suku kata, kata, frasa, ataupun kalimat sesuai dengan jiwa dan tema puisi.

2. Intonasi

Intonasi adalah penyajian tinggi rendah irama puisi dengan memerhatikan jenis-jenis tekanan, seperti tekanan dinamik, tekanan nada, dan tekanan tempo. Simak penjelasannya di bawah ini.

a. Tekanan dinamik

Tekanan dinamik, yaitu tekanan pada kata yang terpenting menjadi sari kalimat atau bait puisi.

b. Tekanan nada

Tekanan nada, adalah tekanan tinggi rendah, perasaan girang, gembira, marah, sedih, gundah, galau, dan suasana hati lainnya.

c. Tekanan tempo

Tekanan tempo, yaitu lambat atau cepatnya pengucapan suku kata atau kalimat.

3. Faktor Non Kebahasaan

Faktor non kebahasaan atau ekspresi terbagi menjadi beberapa hal antara lain sikap, gerak gerik dan mimik, volume suara, serta kelancaran dan kecepatan. Simak penjelasannya berikut ini.

a. Sikap

Sikap merupakan kunci kesuksesan membaca puisi dihadapan orang, maka dari itu diperlukan penguasaan sikap yang sempurna oleh pembaca. Selama membaca puisi, sebaiknya pembaca berusaha mendapatkan perhatian yang positif dari pendengar atau penonton.

Hal yang harus dilakukan adalah sikap yang wajar dan ketenangan menghadapi orang lain. Untuk dapat menguasai dua hal tersebut, pembaca dituntut untuk berlatih dan menguasai puisi yang akan dibacakan secara matang agar ketika tampil tak akan gugup dan sikap yang ditunjukan dapat sempurna.

b. Gerak-gerik dan Mimik

Gerak gerik dan mimik adalah faktor yang penting dalam membaca puisi didepan orang banyak. Penggunaan gerak-gerik dalam pembacaan puisi dapat membangkitkan gairah pendengar untuk mendengarkan puisi yang anda bawakan.

Selain itu penggunaan mimik yang tepat sesuai dengan tema puisi juga haruslah dilakukan dengan baik agar seolah-olah pembaca ikut mengalami dan merasakan apa yang terdapat di dalam puisi yang dibacakan. Oleh karena itu, pembaca dituntut untuk memahami materi puisi dan mendalaminya dengan sungguh-sungguh agar mimik yang didapatkan bisa sempurna.

c. Volume Suara

Volume suara yang digunakan sebaiknya menyesuaikan tempat dan jumlah perkiraan jumlah pendengar. Jika pembacaan puisi dilakukan di tempat yang terbuka maka sebaiknya volume suara lebih lantang dan jika pembacaan puisi di dalam ruangan volume suara harus menyesuaikan luas tempat agar pendengar dapat nyaman mendengarkan puisi yang anda bacakan.

Untuk pementasan puisi saat ini sangat banyak menggunakan pengeras suara atau mic. Maka dari itu pembaca puisi juga harus menguasai teknik penggunaan mic agar suara yang dihasilkan tidak sumbang, tidak terlalu pelan ataupun tidak terlalu keras.

d. Kelancaran dan Kecepatan

Kelancaran dan kecepatan sangat mempengaruhi pendengar dalam menikmati puisi yang dibawakan. Kedua hal tersebut harus benar-benar dicermati agar pendengar dapat menikmati puisi yang dibacakan dengan baik serta pesan yang ada di dalam puisi juga dapat tersampaikan.

Kelancaran membaca puisi erat kaitannya dengan latihan, karena hanya dengan latihan maka akan didapatkan kelancaran membaca yang baik. Selain itu kecepatan membaca juga harus diperhatikan, apabila kecepatan membaca puisi terlalu cepat maka pendengar akan sulit memahami isi puisi dan jika terlalu lambat juga akan membuat pendengar jenuh.

Agar dapat mengespresikan puisi yang dibacakan seharusnya memahami isi puisi yang dibacakan. Untuk memahami isi puisi juga dibutuhkan kecermatan karena pada umumnya puisi banyak yang menggunakan bahasa kiasan dan bahasa simbolik.

Wednesday, August 9, 2017

10 Tips Cara Belajar yang Efektif



Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama. Belajar adalah suatu perbuatan yang sugguh mulia. Akan tetapi dalam mencapainya berdoa saja tidaklah cukup melainkan juga dengan kerja keras.

Berikut ini akan kami berikan tips belajar agar lebih efektif. Silahkan disimak ya!

1. Cari Suasana Ruang Belajar Yang Nyaman

Suasana yang nyaman akan membantu otak bekerja lebih prima. Ketika pikiran sudah nyaman maka hati akan turut senang. Sehingga belajar akan terasa mudah dicerna.
Akan tetapi tempat yang nyaman tidaklah harus luas melainkan tempat tersebut rapi dan bersih. Namun, tak bisa kami pungkiri versi nyaman sangatlah relative tergantung dari hati kamu sendiri.

2. Tentukan Kapan Waktu Belajar Yang Baik Dan Tepat

Kapan waktu efektif belajar? Islam sudah mengajarkan kepada kita bahwa waktu efektif belajar yaitu setiap bangun pagi dan sore hari setelah tidur siang. Kedua waktu ini terbilang efektif dalam menimba ilmu.
Karena kedua waktu ini saat dimana pikiran tenang dan suasana nyaman sehingga membuat kamu mudah memahami setiap pelajaran.

3. Belajar Disiplin Terhadap Waktu Belajar

Belajar itu juga perlu mengatur waktu. Kapan kamu mememulai dan juga istirahat. Disiplin sangat diperlukan dalam menuntut ilmu. Sebab dari disiplin lah orang bisa menjadi sukses.
Apabila dalam belajar kamu tidak disiplin maka cita-cita untuk menjadi oramng sukses akan terhambat. Buatlah daftar belajar lengkap dengan waktunya. Kemudian azzamkan dalam hati untuk bertekad menjalankan semua daftar yang telah dibuat.
Jangan biasakan belajar disaat besok mau ujian. Hal ini akan memberatkan kamu dalam menyerap materi pelajaran. Minimal dalam sehari kamu bisa menyisihkan waktu 1-2 jam untuk mengulang pelajaran.
Ingatlah, belajar bukanlah harus menunggu datangnya PR (pekerjaan sekolah), namun sewaktu PR di sekolah tidak ada. Maka kamu perlu membaca ataupun mengulang materi-materi yang telah disampaikan oleh guru.

4. Biasakan Minum Air Putih Setiap Belajar

Belajar juga memerlukan energy yang cukup besar. Karena tidak hanya fisik yang dikuras tetapi pikiran juga ikut lelah. Sewaktu belajar, ptak akan terus bekerja dan membutuhkan oksigen yang cukup banyak.
Apabila saja otak kekurangan oksigen maka akan menyebakan kelapa pusing dan mata akan mudah mengantuk. Maka dari itu sediakanlah air disamping meja belajarmu.
Karena dengan meminum air putih akan membantu memulihkan pikiran yang sempat lesu dan mengembalikan konsentrasi. Namun perlu diingat terlalu banyak minum air juga akan menghilangkan konsentrasi berpikir. Jadi kamu harus proposional saat meminumnya.

5. Menjelang Ujian Jangan Terlalu Banyak Belajar

Mungkin kamu pernah dengar sistem belajar kebut semalam? Ya, ini merupakan sistem belajar yang keliru dan salah. Apabila kamu menerapkan hal ini maka yang terjadi ada tidak siapnya menjawab soal dan gerogi serta pusing.
Sistem ini sangat merusaka cara berpikir kita, karena ini hanya akan membuat dan menimbulkna tekanan pada pikiran kita sehingga buka ilmu yang bertambah malah sakit yang datang.
Mulai menerapkan kedisiplan dalam belajar, minimal dalam sehari 2 jam kamu sediakan untuk belajar maupun mengulang pelajaran. Hal ini memungkinkan pikiran kamu akan mudah mencerna pelajaran.

6. Belajar Sambil Melakukan

Metode belajar ini banyak diterapkan di sekolah yang menerapkan sistem indoor outdoor. Banyak dengan menggunakan sistem ini semakin mudah memahami pelajaran. Sebab sembari mendengarkan teori namun diiringi dengan praktik.
Otak akan mudah mencerna secara visual dan langsung terekam dengan cepat. Banyak lembaga studi menggunakan metode ini kepada para muridnya. Alhasil terbukti, dengan waktu yang begitu singkat anak didik mereka berhasil mengingat dengan cepat.
Cara melakukan metode ini cukup mudah yaitu apabila hendak belajar maka disediakan juga alat peraga untuk belajar. Misalnya saja saat belajar ilmu biologi tentang organ tubuh manusia. Maka kamu juga menyediakan gambar atau sejenisnya.

7. Kurangi Menghapal Tapi Perbanyak Memahami Materi Pelajaran

Metode menghapal emang terbilang sukses untuk kasus tertentu. Kamu apabila menghapal dibarengi dengan mendengar maka akan jauh lebuh efektif.
Dalam beberapa kasus menghapal hanya mengingatkan materi sekejap saja. Namun apabila kamu mempelajari materi dengan konsep pemahaman maka akan jauh lebih baik dan ingat lebih lama.
Dengan memahami pelajaran maka kamu telah membangun konsep berpikir untuk jangka waktu yang lama. Banyak orang sukses karena dia mengetahui suatu konsep dan mengolah serta menggali suatu cabang lebih dalam.
Ada istilah di film 3 idiots, Dengan menghapal pada dasarnya kamu telah menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas akan tetapi kamu telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan.

7. Jauhkan Sifat Malu Jika Bertanya

Apabila materi pelajaran yang diterangkan seorang pengajar tidak kita mengerti maka acungkan jari dan tanyakan materi tersebut dengan segera. Jangan sampai terbangun dalam diri untuk malu bertanya.
Ada istilah pepatah kuno, “malu bertanya maka tersesat di jalan”. Ini merupakan pepatah yang kaya akan makna. Bagaimana mungkin kita bisa mengetahui materi pelajaran dengan sempurna apabil atidak bertanya sama ahlinya.
Hal ini adalah yang mesti dibangun oleh pelajar. Jangan pernah gengsi untuk menunjukkan ketidak tahuan kita. Mulailah bangun rasa percaya diri dan jauhkan sifat malu.
12. Jangan Menyerah dan Coba Lagi
Dalam belajar gagal itu adalah hal yang biasa. Thomas Alfa Edison saja bereksperimen sebanyak 999 kali baru berhasil menemukan bola lampu yang sampai sekarang kita nikmati.
Ada juga istilah, “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Maka dari itu jangan berhenti untuk terus mencoba dan mencoba. Karena kesukesan seseorang diraih dengan gagal. Dan kegagalan merupakan teman kita menuju sukses.
Kita tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahan kita apabila belum menemui kesalahan. Materi yang sesulit apapun harus kamu hadapi dengan tenang dan tanpa menyerag. Cobalah terus memahaminya dengan baik. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

8. Perbanyak Membaca

Pepatah mengatakan dengan membaca maka jendela dunia akan terbuka. Membaca merupakan kunci untuk memulai kesuksesan. Dengan membaca maka akan menambah pengetahuan kita.
Seorang pelajar yang menginginkan kesuksesan tentu dalam hatinya akan merasa rishi apabila sehari tidak membaca. Dengan membaca juga akan menambah dan memperluas pengetahuan kita.

9. Belajar dengan kata kunci

Belajar dengan kata kunci merupakan suatu hal yang sangat penting. Misalkan saja sewaktu kamu mempelajari tentang hukum gravitasi. Maka akan lebih mudah kamu mengingatnya dengan singkatan.
Contoh lainnya yakni apabila kamu ingin mengklasifikasikan hewan, maka kamu perlu mempeljari dulu nama-nama hewan seperti mamalia, reptile, burung, serangga dan jenis klasifikasi lainnya.
Setelah kamu memegang kata kunci tersebut baru kemudian kamu akan mulai mencoba mencari definisi dan contoh dari klasifikasi tersebut.
Cara ini akan membuat kamu dalam belajar lebih sistematis, terarah dan efisien. Namun satu yang perlu diingat, ketika mengambil waktu istirahat jangan lebih dari 15 menit karena nanti akan membuat kamu terlena dan tidak fokus untuk belajar lagi.

10. Membuat Flashcard

Flashcar adalah media yang akan membantu kamu dalam mengingat setiap poin dalam pelajaran. Kamu bisa memotong-motong kertas seukuran kertas 15×15 cm. Dan kemudian kamu tulis hal-hal yang tidak kamu ketahui.
Pada satu sisi kamu boleh menulis pertanyaan. Flash card ini nantinya kamu temple tempat dimana kamu sering berada. Misalnya saja tempat belajar, ruang tidur, makan maupun di ruang keluarga.
Dengan menggunakan flashcard ini terbilang akan memudahkan kamu dalam belajar. Sehingga proses belajar kamu menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Sebagai tambahan, berikut kami lampirkan perkataan dan nasehat dari Imam Syafi,i tentang seorang penuntut ilmu. Perkataan ini patut ditulis dengan tinta emas agar kiranya dapat menginspirasi kehidupan kita.

Download Kisi-Kisi USBN SMA MA TP 2017/2018

Berikut ini kami berikan kisi kisi USBN SMA MA TP 2017/2018 yang kami dapatkan dari bsnp-indonesia.org, silakan didownload. Kisi-kisi USBN S...